Tampilkan postingan dengan label Mengenal Para Bodhisattva. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mengenal Para Bodhisattva. Tampilkan semua postingan

Selasa, 01 Oktober 2013

Kisah Bodhisattva Jueming Miaoxing



Kisah Bodhisattva Jueming Miaoxing

Bodhisattva Jueming Miaoxing hidup pada masa Dinasti Jin Timur, lahir di keluarga yang miskin. Oleh karena penderitaan kemiskinan sehingga dia bertekad bulat: “Oleh karena hutang karmaku di kelahiran lampau, sehingga menerima buah penderitaan di kelahiran sekarang. Jika hari ini, tidak berhasil berjumpa dengan Buddha Amitabha, terlahir ke Alam Sukhavati, menyempurnakan semua jasa kebajikan, walaupun harus mengorbankan jiwa ragaku, juga takkan mundur dan berhenti”.

Setelah selesai mengikrarkan tekad, selama 7 hari 7 malam Bodhisattva menfokuskan pikiran melafal Amituofo, maka itu hatinya terbuka dan memperoleh pemahaman, bertemu Buddha Amitabha, rupa Buddha nan bagus dan cahayaNya yang cemerlang, menyinari sepuluh penjuru alam.

Di hadapan Buddha Amitabha, dia langsung memperoleh ramalan dari Buddha. Selanjutnya, dia hidup sampai usia 75 tahun kemudian wafat dalam sikap duduk bersila, terlahir ke Alam Sukhavati. Terakhir, oleh karena tekadnya untuk menyelamatkan para makhluk sangat teguh, maka dia kembali lagi ke Alam Saha dan menjelma di berbagai wilayah.  

Berikut petikan dari salah satu ceramahnya yang berbunyi:

Buddha Sakyamuni adalah ayahanda yang penuh maitri dari semua makhluk, karena mengasihi seluruh makhluk, membabarkan Maha Dharma yang tidak mampu dibabarkan oleh semua manusia, membimbing seluruh makhluk baik dari kelahiran sekarang maupun yang akan datang ke Jalan Nirvana.

Dan metode Dharma yang paling unggul dan paling praktis, adalah pintu Dharma Ajaran Sukhavati, melafal Amituofo bertekad lahir ke Alam Sukhavati, dan membebaskan diri dari penderitaan Trailokya (Kama Loka, Rupa Loka dan Arupa Loka). Alam Sukhavati terwujud dari 48 tekad agung Buddha Amitabha, siapa saja yang mendengar nama Buddha Amitabha, timbul keyakinan sepenuhnya dan bertekad bulat untuk terlahir ke Alam Sukhavati, pasti dapat terlahir ke Alam Sukhavati.

  Jika insan yang membangkitkan keyakinan dan tekad menyeluruh, setiap saat menfokuskan diri melafal Amituofo sampai satu hati tak tergoyahkan, maka akan mencapai samadhi, seketika juga dapat bertemu dengan Buddha.

Kini saya menuruti Ajaran Buddha, bertekad menyebarluaskan pintu Dharma ini, mengasihi makhluk yang tersesat, menunjukkan sebuah jalan benar yang bebas tanpa rintangan. Ini bukan jalinan jodoh yang bisa ditemui kapan saja, walaupun Alam Sukhavati berjarak dari alam kita sejauh triliun Alam Buddha, namun asalkan kita memiliki keyakinan menyeluruh, maka dapat terlahir ke Alam Sukhavati.

Sumber petikan:




觉明妙行菩萨

觉明妙行菩萨,在东晋明帝的时候,出身在贫苦人家。因为贫穷困苦的原因,于是发出大愿说:我由于往昔的业债,受到了这样痛苦的果报。如果我今天,不能够见到阿弥陀佛,往生到西方极乐国土,成就一切功德的话,纵然舍弃我的生命,也终究不会退缩停息。发完这一誓愿,菩萨在七日七夜中,一心一意忆念阿弥陀佛,于是心得开解,见到了阿弥陀佛,佛的相好光明,遍满十方世界。在阿弥陀佛的面前,亲身得到了授记。后来,活到了七十五岁坐化,往生到了西方极乐世界。而后,因为度化众生的悲愿很重,就秉承愿力再次来到娑婆世界,在各地显化

「諸佛甚深的法要,微妙深密而不可思議,佛法究竟之處是無法用分別心去思量、不可以言語去論議,因此除了佛陀之外沒有人能夠窮盡地宣揚說明。釋迦牟尼佛是 一切眾生的大慈父,因為憐念一切苦難眾生的大悲心,宣說了一切人所不能說的大法,導引教化今世後世的眾生,趨向菩提涅槃之道。更以最殊勝特異的方便法門,顯揚開示極樂世界的安樂淨土,令所有的眾生發願往生西方世界,而橫超三界種種痛苦濁惡的惡道。極樂世界乃是由阿彌陀佛,以四十八大願慈悲攝受一切眾生而圓滿成就的,凡是聽聞阿彌陀佛名號而能深信受持發願求生者,決定可以往生淨土,這是毫無疑惑的。如果是發大心有大願力的人,時時專念阿彌陀佛常令一心不亂, 即可成就甚深三昧,於現前當下也可以見佛。今日我依循佛陀的教誨,將要廣開化度引導眾生的法門,憫念你們的無知昏迷妄想顛倒,明確地指出正當的修行途徑。 這不是時常可以遇到的一般因緣,你們應當生起難遭難遇之想,雖然說西方世界離此有萬億國土的距離,但只要具足一念堅定的深切信心,即能往生極樂世界。」

參考資料:

Sabtu, 23 Maret 2013

Bodhisattva Mahasthamaprapta



Mengenal Sekilas Bodhisattva Mahasthamaprapta

Buddha Amitabha, Bodhisattva Avalokitesvara dan Bodhisattva Mahasthamaprapta adalah Tiga Suciwan Alam Sukhavati.

Di dalam Sutra Shurangama (Bab Bodhisattva Mahasthamaprapta Melafal Nama Buddha Dengan Sempurna Tanpa Rintangan - bagian dari Sutra Shurangama), Bodhisattva Mahasthamaprapta memberitahukan kepada Buddha Sakyamuni : “Didalam ingatan saya, di masa lalu kalpa yang tak terhingga, muncul Buddha yang bernama “Cahaya Tak Terhingga” (Buddha Amitabha). Pada saat itu muncul 12 Tathagata yang   berturut-turut mencapai KeBuddhaan dalam satu kalpa yang sama. Yang terakhir bernama Buddha “Cahaya Melampaui Sinar Mentari dan Rembulan” , Buddha ini mengajariku samadhi pelafalan nama Buddha.

Ibarat ada 2 orang, yang satunya selalu mengingat yang lainnya, sementara yang satunya lagi melupakan yang lainnya. Demikianlah kedua orang ini, kadang berjumpa kadang tidak. Andaikata kedua orang ini saling mengingat satu sama lain dengan mendalam, maka dalam setiap kelahiran, bagaikan bayangan yang mengikuti diri takkan terpisah.

Para Buddha tiga masa di sepuluh penjuru berwelas asih mengasihani dan memikirkan semua makhluk, adalah ibarat seorang bunda pengasih yang sedang memikirkan anak tunggalnya. Jika sang anak malah menjauhi dan melarikan diri, walaupun bundanya memikirkannya terus juga tak berguna. Namun jika  sang anak dapat memikirkan bundanya, seperti saat bunda memikirkan dirinya,  walaupun telah melewati banyak kelahiran, mereka juga takkan jauh terpisah.

Demikianlah jika hati para makhluk mengingat dan melafal nama Buddha, baik masa sekarang maupun akan datang, pasti dapat bertemu Buddha dan tak terpisah jauh. Tak perlu menambah menggunakan metode lainnya, asalkan menfokuskan diri mengingat dan melafal nama Buddha, pasti akan menemukan jiwa sejati. Bagaikan pengrajin dupa yang membubuhi serbuk dupa, dengan sendirinya jasmaninya juga turut menebar harum semerbak, inilah yang disebut “kewibawaan semerbak keharuman dan cahaya” (dengan semerbak keharuman Dharmakaya Buddha dan cahaya kebijaksanaanNya, menwibawakan jiwa KeBuddhaan diri)

Demikianlah cara pelatihan diri Saya (Bodhisattva Mahasthamaprapta) menuju pencerahan, dengan pikiran melafal nama Buddha, memasuki Anutpattika-dharma-ksanti. Kini di dunia saha ini, membimbing para praktisi melafal nama Buddha, terlahir ke Alam Sukhavati. Buddha bertanya padaku metode Dharma sempurna dan tiada halangan, saya tidak memiliki pilihan lainnya, yakni mengendalikan enam landasan indria dan dengan pikiran suci melafal nama Buddha berkesinambungan, sehingga mencapai samadhi dan prajna, metode pelafalan nama Buddha adalah metode praktis yang luar biasa, yang paling terunggul.

Bodhisattva Mahasthamaprapta menggunakan metode pelafalan nama Buddha menuju tercapainya KeBuddhaan, bahkan melatih Jalan Bodhisattva menyelamatkan para makhluk, juga tak terpisah dari pintu Dharma melafal nama Buddha.


三圣之三:大势至菩萨

大势至。梵语称摩诃那钵,现今在极乐世界,是第二顺位递补佛位的菩萨。

《首楞严经》所陈述的念佛法门,尤其恳切重要:大势至菩萨禀白佛言:在我记忆中,于过去恒河沙数时劫以前,有佛出世名无量光。十二位如来,于一劫之中相继成佛,最后一位佛陀名为超日月光,彼佛教 念佛三昧。譬如有两个人,一人专心忆念对方,而另一人则专门遗忘对方,如此两个人,有时相遇有时不相遇,或者相见或不相见。如果如是两个人都彼此互相忆 念,两个人互相忆念的心思很深,那么如此乃至于生生世世,就如同形影相连,不相违背远离。十方三世诸佛如来,慈悲怜悯思念众生,就好像慈母忆念最亲爱的独 子一样。如果孩子要远离逃走,那么慈母虽然思念孩子又有什么用。孩子若是也能想念慈母,就如同母亲思念孩子一样时,母亲与孩子虽然经历多生,也不会互相违 背远离。若众生的心中,忆想佛陀思念佛陀,或者现生或者将来,必定能够亲见佛陀,离佛不远。不必假藉其他的方便法门,只要专心忆佛念佛,自然可以真心开显 彻见本性。就如同染香的人,身上自然有香气,这个则叫做香光庄严”(以佛的法身香、智慧光,庄严自心本觉佛性)我本在初心修行的因地,以念佛之心,入于 无生法忍。今日在此娑婆世界,摄受念佛修行的人,导归于西方极乐净土。佛陀问我证得圆通的法门,我没有别的分别选择,只是一起收摄六根,净念不断一心念 佛,而达到三摩地定慧等持的境地,此念佛法门实在是最殊胜方便、最为第一。大势至菩萨,以念佛法门入于佛道,乃至修菩萨行,度化众生,都不离开这个念佛 法门。修行净土法门的人,应当知道要学习效法啊